BREAKING NEWS: Kejari Takalar Jadikan Tersangka Dirut PDAM, Korupsi 1,2 Miliar

0
Kejari Takalar Bertaji, Dirut PDAM Takalar Ditahan di Mapolres
Dirut PDAM Takalar, JN saat digiring oleh kepolisian resort Takalar untuk dijadikan tahanan Polres Takalar. [Istimewa]

SUARATURATEA.COM, TAKALAR – JN, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Takalar telah resmi dinaikkan statusnya sebagai tersangka oleh Kejari Kabupaten Takalar setelah beberapa jam dilakukan pemeriksaan.

Kejari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan saat ini telah menggiring JN ke Mapolres Takalar untuk dijadikan sebagai tahanan Polres.

“Dilakukan penetapan tersangka berinsial JN,” kata Suwarni Wahab, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Takalar Selasa (6/4/2021).

BACA JUGA : Kejari Jeneponto Janji Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas DPRD Tuntas Tahun Ini

Saat digiring, JN tampak mengenakan rompi tahanan kejari berwarna pink dan dikawal dua orang anggota kepolisian dari Mapolres Takalar.

JN ditetapkan tersangka kasus tindak pidana korupsi pada tahun 2018
terkait dengan proyek pembangunan, pengadaan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

“(Perannannya, red), Direktur (utama) PDAM Takalar. Karena dugaan tindak pidana korupsi pada proyek AMDK,” terangnya.

BACA JUGA : Lagi, Satu orang Saksi Dugaan Korupsi Anggota DPRD Jeneponto Diperiksa Kejari

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara dugaan korupsi ini disebut mengalami kerugian negara senilai 1,2 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kejari Takalar bahkan sebelumnya telah mengobok-obok kantor PDAM Takalar. Selain itu juga pihaknya sebelumnya telah memeriksa 15 orang sebagai saksi.

Dari situ, penyidik kejari juga telah menetapkan satu orang rekanan dalam pengerjaan proyek AMDK sebagai tersangka, yakni, T.

BACA JUGA : Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas, 29 Orang dari DPRD Jeneponto Diperiksa Penyidik Kejari

“Dugaan tindak pidana korupsi, terkait APBD. Pemanggilan saksi sudah ada 15 orang. Jadi proyek pembangunannya ini itu dibagi dua, yaitu pembangunan gedung, dan pengadaan alat mesin AMDK,” kata Suwarni Wahab.

Dari penggeledahan di Kantor PDAM Takalar, penyidik Kejari Takalar berhasil menemukan sejumlah dokumen penting, seperti kontrak kerjasama dan pengeluaran, pencairan dan pembayaran anggaran.

“Ditemukan beberapa dokumen asli, terkait dengan kontrak, pengeluaran, pencairan, pembayaran terhadap PT La Tahzan Indonesia. Terus kontrak pengadaan barang dan jasanya, dan beberapa laporan hasil evaluasi kerja PT tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA : Kejari Jeneponto Sabet WBK, Tingkatkan Layanan Menuju WBBM 2021

Hingga berita ini diterbitkan, JN Dirut PDAM Kabupaten Takalar masih berada di dalam gedung Kejari dan juga menghadirkan tim PSC 199 Covid 19 Takalar untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan covid-19, sebelum dinaikkan status sebagai tersangka.

Berkomentar dengan bijak!