Temukan Kami di Sini:

Bermain Curang, Kontraktor Ancam Laporkan ULP Jeneponto ke Kejaksaan

0
ILUSTRASI

Krg Lomba/ Jurnalis

TURATEANEWS.com,JENEPONTO,–Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Kabupaten Jeneponto diminta tidak bermain curang atau merekayasa pemenang lelang pada proyek peningkatan jalan, dan pembangunan jalan yang telah memasuki tahap Pembukaan Dokumen Penawaran, dan evaluasi penawaran, serta evaluasi Dokumen Kualifikasi, pada hari ini, Senin 15  Agustus. 

Pasalnya, ULP Jeneponto diduga kuat akan sengaja menggugurkan peserta lelang dengan penawaran terendah tanpa alasan yang jelas. ULP diduga akan melakukan kolusi dengan ” Main Mata” untuk memenangkan calon yang penawarannya tertinggi yang sudah diarahkan oleh seorang oknum broker proyek yang ada di Jeneponto.

Untuk itu, salah satu rekanan yang tidak mau disebutkan namanya, meminta pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto selaku Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (T4PD) melakukan pengawasan ketat kegiatan lelang proyek yang berada di ULP  Jeneponto.

Bau aroma dalam permainan curang lelang proyek mulai berembus, ujar sumber yang mengikuti tender proyek pengadaan jalan dan jembatan di ULP Jeneponto. Bahkan dalam pelelangan proyek ada intervensi oknum yang bermain dibelakang layar yang menentukan pemenang dalam kegiatan tender.

Seperti tahun lalu, kata sumber. Saat dilakukan lelang proyek, pengumuman pemenang tender proyek sering ditunda-tunda oleh panitia ULP. Disebabkan adanya kontraktor yang diarahkan untuk menang tidak lengkap berkas dokumen lelangnya.

Namun setelah kontraktor yang diarahkan sudah melengkapi berkasnya barulah diumumkan pemenangnya. Padahal, kata dia, kontraktor yang diarahkan dari Bantaeng itu tidak lengkap berkas. Namun sehari pasca penundaan pengumuman, barulah kontraktor yang diarahkan itu dimenangkan. 

Ia pun menuding, ULP sering membuat aturan tambahan, pasca di apload dokumen pelelangan. Tak ayal aturan tambahan ini membuat para kontraktor kecewa dan salah satu penyebab mereka gugur. Bersaing dengan kontraktor luar daerah, hal ini ditegaskan sumber yang mengikuti lelang proyek jalanan, kepada wartawan.

“Kadang ULP sering membuat persyaratan tambahan, yang sengaja dibuat,” jelasnya. Ia juga menuturkan pada saat mengopload dokumen tambahan yang di prasyaratkan ULP, sulit dilakukan dan selalu erorr, sehingga menjadi salah satu alasan ULP menggugurkan banyak kontraktor karena tidak bisa memenuhi persyaratan tambahan tersebut, untuk memenangkan kontraktor yang diarahkan oknum broker proyek yang bermain dibelakang layar.

“Saya beberapa kali upload tapi tidak bisa masuk. Namun setelah saya menelpon panitia untuk tidak bermain-main barulah dokumen penawaran saya bisa di upload, ” ujarnya.

Bahkan setelah dilakukan Pembukaan Dokumen Penawaran, perusahaan saya rangking pertama dengan penawaran terendah. Untuk itu, saya meminta pihak ULP tidak main curang, kalau tidak mau berimplikasi pada ranah hukum, tegasnya.

“Jika perusahaan saya, sengaja digugurkan karena kontraktor yang diarahkan saya kalahnya, maka saya akan bongkar semua kejanggalan yang terjadi ULP Jeneponto. Saya akan sebutkan oknum-oknum yang bermain dibelakang layar pada Kejari dan Kejati,terkait adanya kecurangan yang di ULP Jeneponto,” ancam sumber.

Ketua ULP Jeneponto, Nombo mengatakan, saat ini, belum ada pemenang lelang proyek jalan. Baru tahap pembukaan dokumen penawaran. Biarpun kontraktor memasukkan dokumen penawaran terendah, tapi masih ada persyaratan lain.

“Kecuali pihak kontraktor sudah menenuhi persyaratan kualifikasi yang ditentukan panitia, dan penawarannya terendah, maka jelas penawaran terendahlah yang menang,” ujar Nombo kepada media ini. (***)

Baca Juga :

Sejumlah Proyek APBN Terancam Dihentikan, Terkait Pemangkasan Anggaran Tahap Dua

Anggaran APBN 2016 Kembali Dipangkas, Senilai Rp 133,8 Triliun

 

 

Berkomentar dengan bijak!