Berjalan Setahun, Polsek Kelara Lamban Tangani Kasus Pengrusakan Pipa di Rumbia

0
Berjalan Setahun, Polsek Kelara Lamban Tangani Kasus Pengrusakan Pipa di Rumbia
Bukti-bukti pengrusakan pipa pasca pengrusakan yang dilakukan OTK

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Penanganan kasus pengrusakan pipa Pansimas di Desa Ujung bulu, Kecamatan Rumbia dinilai lambat ditangani pihak Polsek Kelara.

Hingga saat ini pihak kepolisian belum mengungkap pelaku pengrusakan pipa yang hampir berjalan dua tahun.

Kepala Desa Ujungbulu Mansur mengatakan, kejahatan terhadap pengrusakan pipa harus diungkap.

“Harus ada efek jera, karena program Pamsimas ini milik pemerintah yang harus dijaga bersama” terang Mansur, Sabtu (3/10/2020).

Dia menambahkan kasus ini sudah lama bergulir di Polsek Kelara sejak 2019 lalu. Namun hingga saat ini pihak kepolisian Polsek Kelara belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka padahal sudah ada beberapa saksi yang telah diperiksa.

“Apa kendalanya Polsek Kelara kenapa sampai saat ini belum ada ditetapkan tersangka,” ungkapnya.

“Ini kasus sudah lama bergulir pak, sejak 2019 lalu, tapi kenapa sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, padahal sudah ada beberapa saksi yang diperiksa bahkan tahun lalu sudah dilakukan gelar perkara di Mapolres Jeneponto, apa kendala dan masalahnya pak,” ujar Mansur saat ditemui dirumahnya beberapa waktu lalu.

Dia berharap pihak kepolisian serius menangani kasus pengrusakan pipa Pamsimas dan segera mencari pelaku-pelaku pengrusakan program milik pemerintah

Sementara itu, Kapolsek Kelara, Iptu Bakri mengatakan beberapa kendala kami temui dilapangan pertama pihak topdan terlambat turun mengukur perbatasan Jeneponto-Gowa.

“Dan kedua saksi yang beri panggilan tak kunjung menghadiri panggilannya dengan alasan trauma, karena sebelumnya ada warga saat jadi saksi langsung saja ditahan, sehingga saksi takut hadir, tapi itu kapolsek-kapolsek sebelumnya,” aku Iptu Bakri.

Meski begitu, Iptu Bakri mengaku, sejak kemarin sudah datang tiga orang saksi yang memenuhi panggilan untuk diperiksa.

“Mereka Ustadz Halim, Pak Udin, sama Jamaluddin, untuk proses lebih lanjutnya kita akan kejar merujuk kemana nantinya ini kasus,” tukas Kapolsek Kelara, Iptu Bakri saat dihubungi via Telephone selelurnya, Sabtu, (03/10/2020).

Diberitakan sebelumnya, Pipa milik pansimas dirusak OTK di perbatasan Jeneponto-Gowa tepatnya di Desa Ujungbulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto pada bulan Maret 2019.

Penulis : Ilham
Editor : A. Syahrul Khair

Berkomentar dengan bijak!