Berjalan Kaki Minimal 11 Menit, Memperpanjang Umur

0
Berjalan Kaki Minimal 11 Menit, Memperpanjang Umur
Ilustrasi | Pixabay

SUARATURATEA.COM Saat pandemi COVID-19 ternyata berdampak kepada waktu duduk yang semakin lama. Akibatnya, kesehatan bisa terganggu bahkan mengurangi umur. Waduh. Tapi janagan khawatir karena obat sederhana sekali. Berjalan kaki minimal 11 menit dalam sehari.

Hal ini dipercaya bisa mengurangi konsekuensi kesehatan yang tidak diinginkan akibat duduk berjam-jam. Demikian hasil studi dari British Journal of Sports Medicine.

Dalam studi tersebyt, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (5/12/2020), para peneliti menemukan, duduk untuk waktu yang cukup lama menjadi hal biasa bagi sebagian besar orang. Terutama ketika pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19.

Orang-orang lebih sedikit berolahraga, namun lebih banyak duduk daripada setahun yang lalu, sebelum datang pandemi. Akibatnya, mungkin ada konsekuensi kesehatan jangka panjang dari perilaku ini salah satunya kematian.

Sebenarnya, seberapa aktif seseorang perlu bergerak untuk mengurangi kerugian dari duduk masih belum jelas. Ada yang berpendapat, jika dia duduk selama delapan jam, sebaiknya berjalan-jalan selama setengah jam di malam hari yang berarti mematuhi rekomendasi olahraga standar sekitar 30 menit olahraga hampir setiap hari.

Sebenarnya, rekomendasi ini belum cukup. Sebuah studi tahun 2016 yang melibatkan lebih dari satu juta orang menemukan, pria dan wanita perlu berolahraga secara moderat selama sekitar 60-75 menit sehari, untuk mengurangi efek duduk terlalu lama.

Walau begitu, para peneliti mengungkapkan, berolahraga setidaknya selama sekitar 11 menit sehari di tengah aktivitas, secara signifikan bisa memperkecil kemungkinan seseorang menghadapi risiko kematian dini akibat kurang bergerak alias duduk terus menerus.

Para peneliti menyimpulkan, manfaat aktivitas fisik salah satunya harapan hidup lebih panjang bisa dirasakan jika seseorang bergerak sekitar 35 menit sehari misalnya berjalan cepat atau aktivitas sedang lainnya.

Tentu saja, penelitian ini bersifat observasional dan tidak membuktikan olahraga menyebabkan orang hidup lebih lama. Tetapi dari sini, orang-orang bisa semakin paham pentingnya bergerak dan efek buruk duduk sepanjang hari.

“Jalan cepat adalah olahraga sedang yang sangat baik dan, dalam waktu setengah jam, memperpanjang harapan hidup kita,” kata profesor epidemiologi dan aktivitas fisik di Norwegian School of Sport Sciences, Oslo, Norwegia, Ulf Ekelund, yang juga memimpin studi itu.

Berkomentar dengan bijak!