Bendahara SDI 205 Kallongerasa : 75% SD di Tamalatea Lakukan Pemotongan

0
Ilustrasi

JENEPONTO—Menyoal tentang pembagian bantuan dana BSM dan PIP kepada siswa miskin ternyata sarat terjadi praktik pungutan yang dilakukan oleh oknum Pihak sekolah. Bahkan pungutan tak resmi ini alias Pungli, juga dilakukan secara berjamaah oleh oknum guru dan kepala sekolah.

Seperti halnya sekolah SDI 205 Kallongerasa, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto,  diduga kuat melakukan praktik pungli terhadap sejumlah siswanya melalui pembagian dana PIP,  dimana dalam satu siswa dipungut sebesar 100 ribu rupiah.

Seperti yang diungkapkan Salah seorang Guru SDI 205 Kallongerasa yang juga menjabat Bendahara Sekolah Saripa Alam mengatakan bahwa, 75% sekolah dasar di Tamalatea melakukan pemotongan biaya administrasi100 ribu perisiswa.

“Bukan saja sekolah sini nah, 75% Sekolah Dasar di Tamalatea melakukan seperti ini, seperti Kalumpang dan beberapa sekolah sekitar sini,” kata Saripa.

Sementara itu, Pungutan yang terjadi di sekolah  SDI 205 Kallong Erasa,  Saripa Alam mengaku, pungutan dana PIP 100 ribu rupiah itu, sebagai biaya pengganti pengurusan berkas dan biaya pembeli tinta.

Agung

Berkomentar dengan bijak!