Bendahara DPRD Jeneponto, Freman Dilapor ke Polisi ‘Curi’ Uang Rp500 Juta

0
Bendahara DPRD Jeneponto, Freman Dilapor ke Polisi 'Curi' Uang Rp500 Juta
Penyambutan anggota DPRD Buton Tengah di ruang Paripurna gedung DPRD Jeneponto

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Bendahara, FR secara resmi telah dilaporkan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD ke Mapolres Jeneponto.

Hal itu diketahui dan dibenarkan oleh Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul.

Syahrul mengatakan, pihaknya telah menerima laporan pada tanggal 2 Mei 2021 kemarin.

BACA JUGA : Ricuh, Hingga Dihantam Double Stick, Anggota DPRD Takalar Ini Dijahit

“Benar, sudah ada laporan pengaduan masuk dari DPRD yang dilaporkan oleh pak sekwan, tertanggal 2 Mei 2021,” kata Syahrul. Senin (3/5/2021).

Laporan Sekwan ke Polres Jeneponto terkait dengan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.

“Sebagaimana dimaksud pasal 8 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor, terindikasi dan jumlah kerugian yang dilaporkan sebesar Rp500.000.000 juta, atas nama terlapor FR, bendahara DPRD Jeneponto,” jelasnya.

BACA JUGA : Kronologi Bendahara DPRD Jeneponto ‘Curi’ Uang Rp500 Juta

Hingga saat ini, kata dia, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan unit Tipikor.

“Terkait laporan tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Unit Tipikot Sat Reskrim Polres Jeneponto,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bendahara DPRD Jeneponto, Sulawesi Selatan, bernama FR diduga telah melakukan pemalsuan tandatangan pencairan anggaran Sekertaris Dewan (Sekwan), Muh Asrul.

FR berhasil membawa kabur uang senilai Rp500 juta rupiah.

BACA JUGA : Kado Hari Jadi, Bendahara DPRD Jeneponto Bawa Kabur Uang Rp500 Juta

Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati mengaku telah mengkonfirmasi tempat dimana FR mencairkan anggaran. Dalam hal ini Bank BPD.

“Iya (membawa kabur uang), jadi sudah dikonfirmasi pihak Bank BPD ternyata pak FR itu sudah mencairkan dana,” kata Irmawati. Minggu (2/5/2021).

Irma menjelaskan, pencairan anggaran itu ternyata berdasarkan hasil penandatanganan rekayasa yang dilakukan oleh FR.

BACA JUGA : Perayaan Hari Jadi Jeneponto Dijaga Ketat, Plt Gubernur Bukber dan Salat…

FR dengan santainya melakukan manipulasi tanda tangan Sekretaris Dewan (Sekwan) yang dijabat oleh Muh Asrul.

“Sudah dicairkan itu tercatat di Bank BPD pada Kamis (29/4/2021) kemarin,” tambah Irma.

Namun, dari total uang yang dicairkan, tambah Irma, hanya Rp500 juta uang tunai dibawa kabur.

Berkomentar dengan bijak!