Temukan Kami di Sini:

Bejat, Difabel Wanita Anak Dibawah Umur di Gowa Hamil 6 Bulan

0
Bejat, Difabel Wanita Anak Dibawah Umur di Gowa Hamil 6 Bulan

SUARATURATEA.COM, GOWA – Sungguh malang nasib seorang wanita penyandang difabel berusia 16 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sebut saja ia adalah Bunga. Wanita difabel berusia belasan tahun ini harus menerima pahitnya kenyataan setelah diduga disetubuhi oleh orang tak bertanggungjawab di wilayah Gowa.

Dirinya baru saja menjadi korban dugaan asusila hingga mengandung kehamilan berusia enam bulan.

BACA JUGA : Innalillah, Mayat Pria Tanpa Identitas di Bibir Pantai Takalar Ditemukan Warga

Ironisnya, Bunga menjadi korban dugaan asusila terhadap pria yang saat ini belum diketahui identitasnya.

Kandungan Bunga yang berusia enam bulan diperutnya itu baru diketahui saat pihak keluarga mengaku ada kelainan fisik ditubuh Bunga.

Atas dasar itu, pihak keluarga mencoba membawa Bunga untuk berkonsultasi kepada petugas kesehatan. Hasilnya, Bunga dikabarkan hamil.

BACA JUGA : Begini Cerita Warga Tola Selayar Bantu ‘Boyong’ Logistik TMMD Sejauh 3,2…

Bunga adalah salah satu warga Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Insiden yang menimpa Bunga akhirnya dibawa kepada penegak hukum dalam hal ini melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa.

“Setelah saya mendapatkan telpon dari pak Imam Dusun bahwa korban ada dirumahnya karena mau diarahkan ke Polsek, tapi kita langsung ke Polres saja untuk melapor,” kata M Idris Sampe selaku Imam Desa kepada Suaraturatea.com, Kamis (24/6/2021).

BACA JUGA : VIDEO: Pencabulan Bocah 13 Tahun di Jeneponto Dilakukan Sang ‘Sepupu Bejat’

Laporan dugaan asusila anak dibawah umur yang juga memiliki riwayat keterbelakangan mental ini didampingi langsung oleh Imam Desa bersama keluarganya.

“Atas dasar ini, anak dibawah umur diduga hamil karena usianya baru 16 tahun sehingga kita melapor,” terangnya.

Dia menjelaskan, alasan pelaporan kepada unit PPA Polres Gowa berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan. Kedua, korban memiliki keterbelakangan mental.

BACA JUGA : Bejatnya Masdar Cabuli Keponakan Sendiri di Jeneponto, Ternyata Sudah Kali Ketiga

“Korban butuh perlindungan hukum, karena anak dibawah umur dan tidak normal (difabel),” bebernya.

Sementara itu, sejauh ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap korban dan keluarganya agar kasus ini bisa terungkap siapa pelaku yang tega menghamili anak difabel tersebut.

Berkomentar dengan bijak!