Begini Penjelasan Polisi Soal NH Diringkus Janji Korbannya Bisa Lulus TNI-AD

0
Begini Penjelasan Polisi Soal NH Diringkus Janji Korbannya Bisa Lulus TNI-AD
Begini Penjelasan Polisi Soal NH Diringkus Janji Korbannya Bisa Lulus TNI-AD

BONEPOS.COM, GOWA – NH, berusia 45 tahun terpaksa diringkus polisi usai melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai ratusan juta rupiah untuk bisa lulus TNI-AD, NH adalah salah satu warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan, pelaku, NH menjanjikan korbannya untuk lulus dalam tahap seleksi Secatam TNI-AD.

“Pelaku menjelaskan kepada korbannya, bahwa dia mengenal petinggi (TNI-AD), di Kodam XIV Hasanuddin untuk membantu kelulusan anak korban tersebut,” terang Tambunan, Kamis (27/5/2021).

BACA JUGA : Janji Korbannya Jadi Secatam TNI-AD, Pria NH di Gowa Diringkus Polisi

Lebih jauh kata Tambunan, korban, SR dengan pelaku melakukan kesepakatan dengan imbalan uang senilai Rp150 juta.

“Terjadilah kesepakatan antara berdua, pelaku dan korban. Pelaku menjelaskan, setiap orang calon (pendaftar TNI, red) segera menyiapkan uang Rp150 juta,” terang Tambunan.

Kendati demikian, SR tidak bisa mempersiapkan nominal uang yang diminta pelaku. Namun, untuk meyakini bahwa NH bisa mengurus pendaftaran ini agar uang muka diberikan terlebih dahulu.

BACA JUGA : Keluarga Korban Pencabulan Kepsek di Jeneponto Demo di Mapolres

“Korban ini tidak memiliki uang sebanyak itu, kemudian dia (korban) memberikan uang muka sebanyak Rp20 juta, selanjutnya korban mengirim dengan cara mentransfer kepada pelaku hingga mencapai Rp130 juta,” beber Tambunan.

Diketahui, NH adalah warga Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi.

Pelaku berhasil diringkus Sat Reskrim Polsek Somba Opu di wilayah hukum Polres Soppeng pada Jumat (21/5/2021) baru-baru ini.

BACA JUGA : Super Blood Moon 2021, Begini Pantauan dari Stasiun Geofisika BMKG Gowa

NH ditangkap usai melakukan penipuan dan penggelapan uang sebanyak Rp150 juta dengan dalih bisa meluluskan korbannya dalam seleksi TNI-AD pada tahun 2020 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here