Temukan Kami di Sini:

Begini Kronologis Tewasnya Hardianto di Rumbia

0
Kapolsek Kelara AKP. Salman Saleh (berpeci) di rumah warga sekitar TKP penganiayaan

JENEPONTO,RUMBIA–Tewasnya seorang warga kampung Kurisi dusun Bontopanno desa Rumbia Kecamatan Rumbia, Jeneponto, akibat dianiaya warga sekampungnya.

Hardianto Tinggi (38) tewas akibat penganiayaan yang dilalukan Sallatamg (55), Selasa (29/8)

Hardianto Tinggi meninggal sesaat setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Lanto Daeng Pasewang Kec. Binamu, akibat luka di tubuhnya.

Kapolsek Kelara , AKP Salman Salam, dalam rilisnya mengungkapkab, motif penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia diduga dendam.

“Motofnya masih kita lidik. Namun dugaan sementata, pelaku dendam terhadap korban,”ucap Salman

Peristiwa penganiayaan itu berawal saat korban duduk di dalam rumahnya bersama seorang lelaki bernama Amiruddin (26) juga warga setempat, sekitar pukul 16.00 Wita.

“Iye, tiba-tiba itu Sallatang datang dengan mengenggam badik dan langsung menikam tapi ditangkis sama Tinggi (sapaan Hardianto). Dia (Tinggi) sempatji melempar toples ke Sallatang,”kata Amiruddin kepada Polisi yang menanyainya.

Badik yang digunakan Sallatang (55) menganiaya Hardianto (38) di Rumbia

Tinggi lari keluar, sambung Amiruddin, namun tetap dikejar, dan menikamnya berkali kali.

“Ia (Hardianto) sempat membalas dengan memukul menggunakan bambu,”ungkapnya

Melihat korbannya bersimbah darah, pelaku penganiaya meninggalkan Hardianto dan kembali kerumahmya yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi penikaman.

“Setelah menikam, Ia pulang kerumahnya,”ucap seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.

Saat ini Jenazah Hardianto telah disemayamkan di rumah orang tuanya di kampung Jangang-Jangang desa Lebangmanai Kecamatan Kelara.

Sedangkan pelaku yang seorang petani itu kini  telah diamankan di mapolres Jeneponto setelah menjalani perawatan di Puskesmas Kelara.

Saat ini petugas kepolisian masih berjaga di lokasi kejadian dan berusaha menenangkan keluarga kedua belah pihak yang bertikai.(AGM/WYD)

Berkomentar dengan bijak!