Temukan Kami di Sini:

Begini Kronologis Kakek Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga

0
Saidang (50) (telanjang dada) membujuk pelaku yang berada di dalam kamar rumah warga sesaat sebelum dibacok oleh H. Sala di dusun Bontolebang Desa Paitana Kecamata Turatea Kabupaten Jeneponto Sulsel.

JENEPONTO, PAITANA–Saidang (50) menjadi korban pembacokan, Sabru, (7/10/2017) sekira pukul 12.00 Wita kakek berkepala plostos ini dibacok oleh H. Sala Basa (65) yang diduga mengalami gannguan jiwa di dusun Bontolebang Desa Paitana Kecamata Turatea Kabupaten Jeneponto Sulsel.

Pria paruhbaya itu sempat membujuk meminta pelaku untuk membuka pintu kamar rumah warga bernama Daming tempat pelaku bersembunyi usai dikejar warga.

Kapolsek Binamu AKP Abd. Rahim mengatakan, korban dibacok parang (golok) di rumah warga bernama Daming di dusun Bontolebang Desa Paitana Kecamata Turatea.

“Krinologisnya pada jam 11.00 wita, tersangka H. Sala Bin Basa, umur 65 tahun warga TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengamuk dengan membawa sebilah parang dan mengejar orang yang berada sekitar jalan, karena balik dikejar warga, pelaku penganiaya itu kemudian lari ke rumah Daming bersembunyi di kamar,”kata Rahim.

Sebelumnya, pelaku memasuki pekarangan sekolah SD Bontolebang dan mengejar siswa sekolah tersebut sembari menenteng parang. Namun sempat dicegah warga. Pelaku dikejar warga tujuannya untuk mengamankan pelaku dan parang dibawanya.

“Pukul 10.00 wita, pelaku masuk di sekolah SD Bantolebang yang lokasinya tepat di depan rumah pelaku, kemudian mengamuk dan mengejar siswa,”ujar Abd. Rahim

Pada jam 13.00 wita, sambung Kapolsek, pelaku keluar dari kamar dan langsung melakukan penyerangan. “Ia (H. Sala) langsung  menyerang dan menghujamkan parangnya ke tubuh Saidang yang juga bisan pelaku.

Akibat penganiayaan tersebut. Saidang (60) mengalami luka terbuka di beberapa bagian tubuh diantaranya kepala dan punggung dan jari tangan kiri putus.

Oleh warga bersama pihak Polsek Binamu membawa korban ke RSUD Lanto Daeng Pasewang jln. Ishak Iskandar kel. Empoang Kec. Binamu Jeneponto.

Dan sekira pukul 13.15 wita pihak keluarga korban langsung melakukan pengrusakan rumah milik pelaku.

Diduga tidak terima penganiayaan itu, pihak dari Saidang melakukan perusakan rumah pelaku. “Kita sudah amankan istri H. Sala (Hj. Lawi) di kantor polsek Binamu untuk menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan,” kata Kapolsek Binamu.

Asrul sekampung korban dan pelaku pembacokan, ditemui di rumah sakit saat menjelaskan jika pelaku penganiaya Saidang bernama Haji Sala.

“Dia (Haji Salang) memang sudah lama sakit gangguan jiwa, tadi mengamuk, dia lempari rumah warga, sekolah dan masjid, jadi dikejar, lalu lari ke rumah warga dan sembunyi di kamar,”tutur Asrul (22)

Saat hendak diringkus oleh warga dan personel Polsek Binamu, Haji Sala di semprot dengan gas air mata. Namun tetap mengamuk  dan menyerang Saidang denga parang.

“Waktu mau ditangkap, dibiusji dulu, tapi ini dia (Haji Sala) masih mengamuk lagi dan memarangi Saidang,”jelas Asrul.

Akibatnya, Haji Sala pun menderita sejumlah luka bekas hantaman senjata tajam. Aksi kakek yang diduga mengalami gangguan jiwa itu terhenti setelah sebutir peluru bersarang di kaki kirinya.(SCB/LDS).

Berkomentar dengan bijak!