Temukan Kami di Sini:

Awal Mula Pengungkapan dan Penangkapan 8 Pelaku Ilegal Fishing di Sulsel

0
Awal Mula Pengungkapan dan Penangkapan 8 Pelaku Ilegal Fishing di Sulsel
Foto: Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam (tengah) saat memperlihatkan barang bukti sitaan pelaku ilegal fishing. (ISTIMEWA)

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Merdisyam menuturkan, kasus ilegal fishing di perairan Sulawesi Selatan menyeret delapan orang tersangka.

“Mereka merupakan nelayan yang mencari ikan di perairan lokasi penangkapan tersebut, mereka yakni HL (44), AG (50), SR (30), HR (39), MH (44), AR (42), MR (42), RS (33),” kata Merdisyam di Mako Ditpolairud Polda Sulsel, di Jalan Ujung Pandang, Makassar, Rabu (23/6/2021) siang.

Kronologi pengungkapan ilegal fishing ini berdasarkan laporan dan keresahan masyarakat. Para pelaku ilegal fishing itu menggunakan bom ikan dan mengamankan berbagai barang bukti.

BACA JUGA : Polisi Berpangkat Briptu Tega Memperkosa Gadis Remaja 16 Tahun

“Kronologi penangkapan yaitu berdasarkan hasil laporan informasi dari masyarakat tentang adanya penggunaan bom ikan yang digunakan oleh oknum para nelayan tersebut, serta hasil patroli dari Tim Ditpolair Baharkam dan tim lidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulsel,” terang Merdisyam.

Delapan nelayan yang ditetapkan sebagai tersangka ini masing-masing ditangkap di lokasi yang berbeda. Yakni, empat orang diamankan di wilayah pesisir dan empat diamankan di perairan Sulsel.

“Jadi diantaranya empat orang diamankan di wilayah pesisir, dan empat orang diamankan di wilayah perairan Sulsel, antara lain di perairan dan pesisir Pulau Kodingareng, Perairan Teluk Bone, perairan Pulau Lambego Kepulauan Selayar, perairan Pulau Butung-Butungan Kabupaten Pangkep, perairan Selat Makassar, dan di pesisir Pantai Kelurahan Pancaitana Kabupaten Bone,” ucap Merdisyam menjelaskan kepada wartawan.

BACA JUGA : Daftar Nama Delapan Pelaku Ilegal Fishing yang Ditangkap Ditpolairud Polda Sulsel

Lebih jelas kata Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) itu, pengungkapan juga asal usul bahwa adanya beberapa bahan peledak yang berhasil disita.

Penyitaan barang bukti yang diamankan Ditpolairud itu adalah, pupuk Amonium Nitrate yang sebagian besar berasal dari Malaysia. Pupuk itu disebut juga di peroleh dari hasil penyelundupan.

“Pupuk Amonium Nitrate diselundupkan melalui jalur laut ke Kalimantan masuk sampai Sulawesi Selatan, kemudian diedarkan di pulau-pulau di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara, Detonator sebagai pemicu ledakan, para nelayan juga memperoleh berasal dari luar Negeri yang juga diselundupkan masuk ke Indonesia melalui jalur laut ke perairan Sulawesi Selatan.

BACA JUGA : Suasana Berubah, Satgas TMMD 111 Selayar Disambut Antusias Warga

“Begitupun Detonator sebagai pemicu ledakan ini diselundupkan dan diedarkan ke pulau-pulau di wilayah provinsi Sulawesi Selatan. dan Sumbu Api sebagai pengantar panas merupakan pabrikan maupun rakitan yang biasanya dibuat di indonesia,” beber perwira dua bintang itu.

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan menuturkan, bahwa sejauh ini setidaknya ada enam unit perahu yang diamankan.

BACA JUGA : Pelaku Pencabulan Bocah 13 Tahun di Jeneponto Akhirnya Ditangkap

“Adapun barang bukti yang disita dari seluruh tersangka antara lain, 6 Perahu, 3 unit kompressor, 7 roll selang, sepatu bebek 10 buah, regulator 10 unit, kacamata selam 11 buah, GPS 3 unit, 101 buah bom ikan yang sudah tertangkap, dan detonator 100 batang,” sambung Mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Dikmas Korlantas Polri itu.

TONTON VIDEO:

Berkomentar dengan bijak!