Antisipasi Masuknya Teroris, Penjagaan Diperbatasan Sulselbar Ditingkatkan

0
Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto di dampingi bupati Bantaeng Nurdin Abdullah saat kunjungan kerja di Polres banteng Jumat 11 Maret 2016

Kr. Tawang/Jurnalis

TURATEANEWS.com,BANTAENG—Mengantisipasi masuknya jaringan teroris kelompok santoso ke wilayah hukum sulawesi selatan dan barat, Kepolisian Daerah Sulselbar semakin meningkatkan penjagaan di sejumlah perbatasan atau titik-titik yang diduga menjadi jalur atau jalan masuk dari Poso ke Sulsel dan Sulbar.  Dari operasi rutin, menjadi operasi rutin ditingkatkan.

Hal tersebut dikatakan kapolda sulselbar,  Irjen Pol Pudji Hartanto dalam kunjungan kerjanya di  Polres Bantaeng. Sekaligus bertatap muka personil POLRI  dan mendengarkan pemaparannya, digelar halaman Polres Bantaeng, jumat 11 maret 2016. 

Pihak Polda Sulselbar telah menginstruksikan untuk melakukan operasi secara rutin dan terkoordinasi di semua wilayah. Dalam pelaksanaannya pun tidak hanya berasal dari unsur kepolisian, tetapi juga melibatkan unsur TNI dan masyarakat.

Khusus di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan sulawesi tengah dan sulewesi barat, operasi tinombala dilaksanakan lebih intensif. Ini menyusul terkepungnya kelompok teroris santoso di wilayah hutan pengunungan, desa Torire  kecamatan Lore tengah kabupaten Poso.

Operasi lebih ditingkatkan di wilayah perbatasan,  baik di Luwu maupun Mamuju. Semua aparat keamanan harus bekerja secara terkoordinir dan dilaksanakan masing-masing polres.

Aparat keamanan dalam operasi Tinombala 2016 yang telah diperpanjang untuk masa 6 bulan ke depan. Tetap melakukan penyekatan sekaligus pemantauan keluar masuk orang dan barang dari wilayah lembah Napu yang meliputi kecamatan Lore utara, Lore timur, Lore Piore dan Lore tengah.

Pemantauan keluar masuk orang itu merupakan imbangan dari pengepungan terhadap kelompok jaringan Santoso di wilayah hutan pegunungan desa Torire kecamatan Lore tengah.

Kapolda sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan, sejak awal dimulainya operasi tinombala untuk menangkap kelompok teroris santoso, dari operasi rutin, menjadi operasi rutin ditingkatkan.  itu kita lakukan di wilayah perbatasan Sulsel dan sulbar. Karena  jangan sampai mereka dikejar lari ke wilayah kita.

“Operasi itu diharapkan akan semakin efektif untuk mempercepat proses untuk mencari dan menangkap kelompok santoso dan pengikutnya,”kata Jenderal bintang dua

Ia mengakui,  bahwa operasi ini sebenarnya tidak hanya untuk membatasi pergerakan teroris masuk ke wilayah sulsel atau sulbar, tetapi  juga untuk meminimalisasi adanya oknum-oknum yang ingin memanfaatkan situasi di daerah.

Dia mengatakan, terlepas dari operasi-operasi nyata yang dilakukan unsur kepolisian dan TNI itu, diharapkan pula  peran aktif masyarakat. Terlebih lagi kalau ada orang asing di daerahnya atau ada aktivitas yang mencurigakan, semua itu harus diantisipasi elemen masyarakat.

Irjen Pol Pudji Hartanto menambahkan,  keterlibatan Polri untuk melakukan operasi ataupun penjagaan di perbatasan sulteng,sulsel, atau sulbar dan sulteng, masih dilakukan masing-masing Polres setempat.

Selain itu, Irjen Pol Pudji Hartanto membantah, bila Sulsel menjadi wilayah garis merah sebagai tempat pelarian kelompok teroris santoso.  hanya saja, kita tetap waspada, tidak boleh lengah.  Tetap kita melakukan deteksi dini dan memiliki rasa sinergitas.  Kabupaten Bantaeng sudah menunjukkan sinergitas antara POLRI,TNI, Pemerintah dan masyarakat.

 

Berita Terkait  :

VIDIO : Kunjungan Kerja, Kapolda Sulsel Disambut Badik Terhunus

Lima Investor Asing, Tawarkan Kerjasama Bangun PLTB di Jeneponto

Kapolda Sulsel Disambut “Angngaru” di Polres Jeneponto

Jelang Kunjungan Kapolda Sulselbar, Polres Jeneponto Berbenah

Berkomentar dengan bijak!