Aniaya Anak Balita di Makassar, Ini Wajah Pelaku Kekasihnya dan Motifnya!

0
Aniaya Anak Balita di Makassar, Ini Wajah Pelaku Kekasihnya dan Motifnya!
Aniaya Anak Kekasihnya yang Balita di Makassar, Ini Wajahnya!

SUARATURATEA.COM, MAKASSAR – Usai menganiaya seorang anak balita berusia 1 tahun, GY di Makassar. RP 21 tahun berhasil diringkus polisi setelah di laporkan oleh kekasihnya bernama Satriani.

GY anak dari Satriani mengalami luka memar di bagian wajahnya akibat tindakan yang dilakukan RP.

“Kami telah menangkap dan menahan pelaku penganiayaan terhadap GY, yang tak lain adalah ibu kandung dari pelapor (Satriani),” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Selasa (9/2/2021).

BACA JUGA : Lima Pelaku Pemerkosaan, 1 Pelajar dan 4 Nelayan di Jeneponto Diringkus, Ini Tampannya

Perwira polisi satu melati ini menjelaskan lebih jauh, pelaku RP ditangkap tanpa perlawanan di salah atau rumah milik rekan ojek onlinenya di bilangan A.P Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari hasil interogasi, pelaku telah menganiaya anak kandung pacarnya yang masih balita di Makassar karena jengkel melihat korban yang terus menangis tanpa henti di rumahnya, Jalan Urip Sumohardjo.

“Terhadap pelaku kami jerat UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegas Kompol Jamal.

BACA JUGA : Tewas di Tangan Geng Motor, 10 Pelaku Pembusur Jukir di Makassar Diringkus

Dijebloskannya pelaku Raihan itu berawal saat GY dianiaya oleh pelaku hingga babak belur di bagian wajah.

Tak terima anak kandungnya dianiaya, sang ibu dan juga sebagai pacar pelaku melaporkan kejadian itu ke polisi.

Satriani tak terima perbuatan RP, kekasihnya itu yang dianggap sudah sangat keterlaluan. Anaknya kini masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara.

BACA JUGA : Wanita 38 Tahun di Gowa Tewas di Gubuk, Ini Identitasnya

“Korban GY kini masih dirawat inap di RS Bhayangkara. Sementara pelaku ini kami tahan di kantor polisi,” jelas Kompol Jamal kepada wartawan.


Penulis            : Ibnu Gaffar
Editor              : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!