Alasan Pandemi Gatot Nurmantyo Dihentikan Berpidato

0

Pihak kepolisian membubarkan paksa acara yang digelar Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Jawa Timur saat Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sedang pidato.

Terkait pembubaran tersebut, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan alasan pihaknya menghentikan acara itu.

Melansir Breaking News ‘tvOne’ lewat Tribunnewscom, Senin 28 September 2020, Trunoyudo mengatakan bahwa pihaknya mempunyai alasan kuat untuk membubarkan acara itu.

Namun, ia tak menyebutnya sebagai pembubaran paksa, melainkan penghentian.

“Itu bukan pembubaran, kita menghentikan kegiatan tersebut mengacu kepada yang pertama situasi masa pandemi, keselamatan rakyat atau masyarakat hukum tertinggi,” ungkap Trunoyudo.

Alasan lainnya, lanjut Trunoyudo, yakni berkaitan dengan perizinan acara. Ia menjelaskan bahwa perizinan yang diajukan oleh pihak KAMI untuk menggelar acara baru dilakukan pada Sabtu 26 September 2020.

Padahal, kata Trunoyudo, peraturan perizinan adalah harus 14 hari sebelum acara berlangsung.

“Kemudian mengacu kepada aturan PP Nomor 60 Tahun 2017 juga diatur terkait dengan keramaian atau kegiatan politik, namun dalam hal ini adalah kegiatan masyarakat,” ujar Trunoyudo.

“Diketahui bahwasannya kegiatan tersebut dilakukan pemberitauannya sekira hari sabtu lalu, sedangkan dalam peraturan perizinan diajukan pada saat 14 hari sebelumnya,” sambungnya.

Selain waktu acara, ia juga mengatakan acara itu bermasalah karena adanya perubahan lokasi penyelenggaraan.

“Kemudian juga ada perubahan tempat, pemberitahuan pada hari Sabtu adalah di Gedung Juang, kemudian bergeser,” ujarnya.

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa memang di tengah pandemi, pihak kepolisian tidak bisa dengan mudah memberikan izin keramaian. Melainkan harus memenuhi penilaian dan pertimbangan yang matang.

“Yang kedua dalam menggelorakan kegiatan di masa pandemi ini harus melalui tahapan yang namanya asesmen,” terang Trunoyudo.

“Assessmentt ini kita lakukan yang dari kelompok gugus tugas, pertama kelayakan dari protokol kesehatan,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video pembubaran acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh polisi di Surabaya.

Dalam video itu, tampak seorang anggota Polda Jawa Timur yang diketahui Wadir Intel Polda Jatim AKBP Iwan Surya Ananta berkemeja putih membubarkan acara KAMI saat Gatot Nurmatyo sedang berpidato.

Iwan naik ke podium tepat saat Gatot sedang akan berpidato. Ia pun lantas memberi pengumuman kepada massa KAMI kalau di luar gedung sedang ada demo.

Sementara Gatot dalam video itu terlihat bersikap koperatif dengan pihak kepolisian. Deklarator KAMI ini pun langsung menghentikan pidatonya.

“Saya katakan, kami ini adalah organinsasi konstitusional. Kalau dibubarkan, marilah kita bubar. Beliau petugas, ada perintah. Kita sama-sama junjung tinggi apa yang dilaksanakan. Saya minta maaf sehingga ada demo di depan,” ujar Gatot dalam video itu.

Berkomentar dengan bijak!