Alasan Hanya Pelanggaran Dokumen, Polisi Bebaskan Pekerja Tenaga Asing PLTU Takalar Asal Tiongkok

0
Sejumlah tenaga kerja asing asal Tiongkok menjalani pemeriksaan oleh Direktorat Intelkam Polda Sulsel bersama Sat Intelkam Polres Jeneponto yang di pimpin langsung Kasubdit IV Intelkam Polda Sulsel di PLTU Takalar kampung Punagayya, Rabu (10/11/2016) malam

JENEPONTO—Sebanyak 29 Tenaga Kerja Warga Negara Asing asal Tiongkok yang terjaring razia oleh Tim Direktorat Intelkam Polda Sulsel kemarin (09/11/3016) dibebaskan.

Para WNA yang diduga tidak lengkap dokumen ke imigrasiannya ini sempat diamankan di halaman kantor PLTU Takalar,  dan menunggu hasil pemeriksaan dokumennya secara teliti oleh anggota polisi.

Setelah dilakukan pemeriksaan,  dan polisi berkoordinasi dengan pihak kontraktornya,  akhirnya ke 29 Orang WNA ini tidak di amankan ke Polda Sulsel, namun pihak polda menyerahkan ke pihak Polres Jeneponto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak ke imigrasian sulsel.

“Sementara ini kita sudah serahkan ke Polres Jeneponto,  nanti polres yang memproses dan berkoordinasi dengan pihak ke imigrasian”. kata AKBP. H. Abu Bakar.

Sementara itu Kasat Intelkam Polres jeneponto,  Iptu Muh Nur Parape, yang dikomfirmasi,  mengaku bahwa ke 29  WNA yang sempat terjaring tidak dilakukan penahanan,  dengan alasan mereka tidak memiliki pelanggaran pidana.

“Kita tidak amankan ke Polres,  karena mereka tidak ada pelanggaran pidananya,  paling mereka pelanggaran hanya kelengkapan administrasi, makanya saya akan lakukan koordinasi ke imigrasi untuk memeriksa kejelasan admitrasinya”ujar Nur Parape.

Sementara itu penggerebekan WNA ini di PLTU Takalar Oleh Tim Direktorat Intelkam Polda Sulsel bersama Sat Intelkam Polres Jeneponto yang di pimpin langsung Kasubdit IV Intelkam Polda Sulsel,  untuk mencegah banyaknya tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia tanpa memiliki kelengkapan dokumen izin seperti pasport.

Agung

 

Berkomentar dengan bijak!