Alami Keterbelakangan Mental, Sejumlah Siswa Ikuti Vaksinasi

Salah seorang anak dengan kondisi autis ikuti vaksinasi C19.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO– Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran Virus Corona ditanah air.

Dengan tujuan membentuk herd immunity di tengah masyarakat.

Namun demi mencapai tujuan tersebut, pemerintah harus berupaya sedemikian rupa dengan menyasar warga sebanyak mungkin.

Maka dari itu, pemerintah harus menyasar warga dari berbagai kalangan.

Baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, maupun kalangan-kalangan lainnya termasuk orang yang mengalami keterbelakangan mental.

Seperti yang terjadi pada Sekolah Luar Biasa (SLB) Jeneponto.

Dimana Pemerintah menyasar sejumlah siswa dengan kondisi keterbelakangan mental kini mendapat jatah suntikan Vaksinasi.

Kepala Puskesmas Binamu Kota, Alim Bachri menjelaskan sebelum vaksinasi dilakukan, terlebih dahulu pihaknya melakukan sosialisasi kepada orang tua murid.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memberikan edukasi kepada orang tua siswa.

“Sosialisasi dulu untuk meyakinkan orang tua murid bahwa vaksin itu aman,” kata Alim Bachri kepada suaraturatea.com, Sabtu (5/3).

Alhasil, sejumlah orang tua memberikan izin agar anaknya menjadi peserta vaksinasi.

Itu pun setelah pihaknya menyatakan lulus screning.

“Alhamdulillah hari ini ada sembilan orang yang kami vaksin,” jelas dia.

Tak ingin ketinggalan, para orang tua siswa juga ikut divaksin dengan alasan setelah mengetahui manfaatnya.

“Tadi kami sosialisasi, setelah itu ada empat orang tua murid yang minta divaksin,”bebernya.

Bahkan, Alim mengaku jika vaksinasi ini sudah dilakukan sebelumnya

“Kami sudah menyasar banyak siswa disekolah ini. Jadi jumlahnya sudah banyak,”jelasnya.

Olehnya itu, ia mengucapkan apresiasi kepada pihak sekolah lantaran sudah membantu program pemerintah.

“Saya sangat mengapresiasi pihak sekolah karena sudah membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi Covid-19,”tukasnya.

Berkomentar dengan bijak!