Aktivitas Tambang Liar di Gowa, Bupati: yang Mengeluarkan Ijin dari Provinsi

0
Aktivitas Tambang Liar di Gowa, Bupati: yang Mengeluarkan Ijin dari Provinsi
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL saat diwawancarai media | Ibnu Gaffar

SUARATURATEA.COM, GOWA – Bupati Gowa, Sulawesi Selatan Adnan Purichta Ichsan angkat bicara soal pelaku aktivitas tambang liar yang berada di wilayahnya.

Aktivitas tambang liar ini diketahui tengah beroperasi di sepanjang hilir bantaran sungai Jeneberang, Bili-bili.

“Berkaitan dengan tembang, itu harus menjadi perhatian kita bersama sehingga dalam rangka menertibkan tambang-tambang liar tersebut ini harus ada kolaborasi,” kata Adnan, Sabtu, 22 Januari 2021.

BACA JUGA : Kondisi Sampara Petani Rumput Laut yang Tenggelam di Jeneponto Masih Utuh

Bupati yang kembali terpilih ini menyebut, seharusnya ada perpaduan antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan dibantu oleh Kodim 1409 Gowa, Polres Gowa hingga tingkat Provinsi dan jajaran Kodam serta Polda Sulsel.

“Sebab, ini dalam persoalan tambang ini melibatkan tiga pemerintahan dari semua jenjang yang ada, baik kabupaten, provinsi, maupun balai (BBWSPJ),” lanjut Adnan.

Lebih jauh dijelaskan Adnan, lokasi penambangan liar diketahui adalah wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ).

BACA JUGA : Anda Punya KIS? Simak Disini Persyaratan Cara Menerima Bantuan Tunai

“Lokasi tersebut miliknya balai, lalu kemudian yang mengeluarkan ijin daripada tambang tersebut (aktivitas tambang) pemerintah provinsi, tetapi yang mengeluarkan rekomendasi adalah pemerintah kabupaten,” jelas Adnan.

“Makanya, waktu kunjungan bapak kepala Balai (BBWSPJ), saya katakan harus ada dibuat titik koordinat yang jelas, dimana yang harus bisa dilakukan penambangan dan dimana yang tidak bisa dilakukan penambangan,” lanjut Adnan.

TONTON VIDEO ‘NELAYAN JENEPONTO HILANG’

Kendati demikan, Adnan menyebut, terkait permintaan rekomendasi aktivitas penambangan, bukan dari pihak pemerintah Kabupaten Gowa.

BACA JUGA : PMI Bergerak Sasar Korban Gempa Sulbar di Wilayah Pegunungan

“Sekarang kita tidak bisa membendung orang-orang yang datang ke kita (pemerintah) untuk meminta rekomendasi. Tetapi, persoalan apakah ini pantas dan layaknya itu bukan Pemda karena kan, yang mengetahui bahwa itu berada di titik koordinat yang memang diperbolehkan tambang itu Balai, bukan kita (Pemda),” imbuuh Adnan.

“Makanya saya sampaikan kepada kepala balai, pak kalau bisa setiap orang mengajukan, rekomendasi ijin tambang ke pemerintah kabupaten Gowa, harus ada surat keterangan, semacam surat keterangan dari kepala Balai, bahwa dia berada pada berada di titik koordinat yang memang diperbolehkan untuk melakukan penambangan,” pungkasnya.


Penulis : Ibnu Gaffar
Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!