Aksi Balapan Liar di Jeneponto Berulah Lagi di Jalan Menuju ‘Tangga Seribu’

Aksi Balapan Liar di Jeneponto Berulah Lagi di Jalan Menuju 'Tangga Seribu'
Aksi Balap Liar yang meresahkan warga.

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Maraknya aksi kebut-kebutan atau balapan liar yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di kampung Beru, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Jalan menuju wisata setempat yang di juluki ‘Tangga Seribu’ itu menjadi keluhan masyarakat terutama para pengguna jalan yang melintas.

Hampir setiap harinya kawasan tersebut, dijadikan sirkuit dadakan oleh sejumlah pemuda. Padahal, tak jarang pihak kepolisian melakukan penindakan dan membubarkan paksa balap liar tersebut.

BACA JUGA : Isu Demonstrasi Menjelang Musda DPD II Golkar Jeneponto
BACA JUGA : Hujan Deras, Dua Kelurahan di Bangkala Jeneponto Dilanda Banjir

Dari pantauan wartawan di lokasi, Kamis, (11/3/2021), petang, aksi balapan liar yang meresahkan warga Jeneponot ini mulai ramai terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Tampak kerumunan puluhan pemuda dengan sepeda motornya sudah berjejer di sepanjang jalan kawasan tersebut.

Terlihat barisan kendaraan disepanjang kawasan tersebut tersusun di pinggiran jalan, dengan jenis motor yang beda-beda dan mereka hanya menonton para pembalap amatir yang sedang menggunakan motor modifikasi layaknya motor balap dengan ciri yang mencolok yaitu knalpot racing.

Tak sedikit para pengunan jalan yang nota benenya adalah petani dikejutkan dengan motor-motor yang menyalip dengan kecepatan tinggi dan suara knalpot yang sangat berisik.

Akibatnya, tak sedikit pula para pengguna jalan yang terpaksa menepi untuk menghindari pembalap motor amatir tersebut.

BACA JUGA : Status Bendungan Bili-bili Gowa Lampaui Batas Normal, Warga Diminta Tidak Ada Aktivitas
BACA JUGA : Hujan Deras, Sejumlah Jalan di Jeneponto Tertutup Banjir

Menurut pengakuan salah seorang warga yang tiap hari melewati kawasan tersebut, Samsul (25) mengatakan, memang sering motor-motor dengan knalpot rasing (Road Race-red) melakukan balap-balapan disepanjang jalan ini.

“Mengganggu sekali, bunyinya juga sangat menggangu,” ujarnya saat diajak bincang-bincang.

Hal senada juga dikatakan, Upik (20) yang mengaku sangat terganggu dengan keberadaan balapan liar di kawasan tersebut. Pasalnya aksi kebut-kebutan tersebut dilakukan saat jalan sedang ramai-ramainya.

“Saya yang disalip sampai ngeri dan memilih minggir, takut ketabrak. Kita juga heran,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar petugas dari pihak kepolisian dan intansi terkait melakukan razia rutin di sekitaran kawasan tersebut. Ia khawatir, aksi balapan liar tersebut bukan hanya menganggu penguna jalan, namun juga dapat berisiko mengakibatkan kecelakaan terhadap pelaku balap liat itu sendiri.


Penulis : Arya Pratama
Editor   : Reza Demil

Berkomentar dengan bijak!