Temukan Kami di Sini:

Akibat Arus Pendek Listrik, 23 Rumah di Bungeng Jeneponto Sulsel, Rata Dengan Tanah

0
Detik-detik api membakar rumah warga di Dusun Pajalayya Jeneponto Sulawesi Selatan, Jumat (22/9/2017) siang

JENEPONTO, BATANG–Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Pajalaya Desa Bungen, Kecamatan Batang, Jeneponto, Sulawesi Selatan, dua puluh tiga rumah warga ludes terbakar.

Menurut Saebo Daeng Awing (47) yang juga rumahnya turut terbakar, cepatnya api memrambat ke rumah lain karena bahan bangunan rumah yang sebagian terbuat dari kayu dan bambu mempercepat rembetan api.

“Api dari kamar, saya sementara nonton televisi tiba-tiba muncul dari dalam kamar,”ucap Saebo.

Warga langsung berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya.

Karena angin yang bertiup cukup kencang serya material bagunan yang mudah terbakar membuat api cepat meramba. Apalagi rumah panggung perkampungan padat itu  rata-rata terbuat dari kayu.

Kapolsek Batang AKP Amir menuturkan,  kebakaran diduga arus pendek listrik.

Peristiwa yang menghanguskan 23 unit rumah itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita

“Kebakaran berawal dari rumah panggung milik Daeng Awing, yang diduga titik awalnya dari dalam kamar, dugaan sementara karena arus pendek listrik,” kata Kapolsek Batang

Akibat Arus Pendek Listrik, 23 Rumah di Bungeng Jeneponto Sulsel, Rata Dengan Tanah

AKP Amir mengaku, cepatnya api merambat ke rumah lain disebabkan angin bertiup cukup kencang. “Apinya cepat merembet karena angin yang kencang,” ujarnya

Dari informasi yang dihimpun turateanews.com, kebakaran menyebabkan 23 unit rumah rata dengan tanah, juga puluhan gram emas.

“Menurut warga banyak emas juga ikut terbakar,” ucapnya

Menurut AKP Amir, pihaknya belum bisa memastikan besaran kerugian materl akibat kebakaran tersebut.

“Kerugian belum di ketahui, baru kita mengumpulkan data, namun sementara kami memperkirakan ratusan juta rupiah,” jelansya

Ke dua puluh tiga rumah itu milik masing’-masing, Saebo Daeng Awing, Sano, Asis Bella, Cali, Ancu, Andi Bintang, Mansur Bella, Ramli Emba, Sunting, Lahadi Ningra, Badulu, H. Dorman, H. Saleh, Ruga, Jufri Siruwa, Junaeda Tino, Saharuddin Situru, Sappara, H Barani Rewa, Muh Sa Ranca, H Ramasing Tompo, H. Itung, dan Hj. Dahlia Daeng Bombong.

Kebakaran dapat dipadamkan setelah api sejam membakar rumah warga dengan melibatkan delapan unit mobil Damkar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.(LDS/SCB)

Berkomentar dengan bijak!