AKBP Joko Sumarno : Bupati Tes Urine PNS Jeneponto Untuk Mencari Pejabat Bersih

0
Kapolres Jeneponto AKBP Joko Sumarno

Krg Lomba / Jurnalis
TURATEA NEWS. COM JENEPONTO–Selama Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) sejak 21 Maret lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto berhasil mengungkap 10 kasus dengan 24 tersangka, empat orang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat sebagai pemakai dan bandar narkoba yang diamankan Polres setempat.

Tertangkapnya empat Oknum PNS Jeneponto, Kapolres mengharapkan pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Bupati Jeneponto Iksan Iskandar untuk melakukan tes urine terhadap pejabatnya dan PNSnya.

AKBP Joko Sumarno mengatakan, kita akan sarangkan kepada Bupati agar dilakukan tes urine bagi PNS, dalam rangka pencegahan maraknya peredaran narkoba di Jeneponto. “Kita harapkan bupati supaya PNSnya dites urine. Karena selama ini, belum pernah Pemkab lakukan tes urine kepada pejabatnya dan PNSnya. Kita harapkan dilakukan tes urine,”harap Kapolres AKBP Joko Sumarno. Bila nantinya dalam tes urine ada yang terindikasi positif narkoba, supaya dilakukan rehabilitasi

Tes urine perlu dilaksanakan dijajaran Pemkab Jeneponto. Jangan karena persoalan dana sehingga tes urine tidak dilakukan. Seharusnya Bupati berupaya bagaimana caranya agar dilakukan tes urine. Kalau bisa Bupati dulu yang membiayai tes urine karena ini untuk kepentingan Pemerintahaannya dalam mencari calon pejabat yang bersih dari narkoba.

“Jangan karena terkendala dana lantas tidak dilakukan tes urine. Apalagi sekarang ini daerah kita sudah terkenal narkobanya dengan ditangkapnya empat oknum PNS,” ujar AKBP Joko Sumarno. Tes urine itu, kata dia, supaya pemerintahaan Jeneponto bisa bersih dari pejabat narkoba. Sehingga daerah kita bisa maju dengan pejabat yang bersih dari Narkoba, ujar AKBP Joko Sumarno. 

Dalam operasi Bersinar ini, kita telah melakukan penindakan, operasi dan kampanye narkoba. Untuk itu, kita harus bersenergi semua instansi pemerintah. Giat Operasi Bersinar, tidak hanya dalam bentuk penindakan, namun lebih mengedepankan langkah preventif dengan membuat imbauan, spanduk, pamflet, billboard, kemudian sosialisasi di sekolah-sekolah, organisasi dan lembaga lainnya. (***)

Berkomentar dengan bijak!