Temukan Kami di Sini:

Ada Apa Bendahara DPRD Jeneponto ‘Curi Uang Rp500 Juta’ Tak Jadi Tersangka?

0
Ada Apa, Bendahara DPRD Jeneponto 'Curi Uang Rp500 Juta' Tak Jadi Tersangka?
Ada Apa, Bendahara DPRD Jeneponto 'Curi Uang Rp500 Juta' Tak Jadi Tersangka?

SUARATURATEA.COM, JENEPONTO – Kasus bendahara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan akhirnya berada di meja hukum.

Status Bendahara, FR yang kabur membawa uang makan minum (MAMIN) anggota DPRD Jeneponto menyerahkan diri kepada aparat polisi.

Kendati demikian, sejauh ini aparat kepolisian Jeneponto belum juga menaikkan status FR sebagai tersangka.

BACA JUGA : Pelaku Penembakan Pelajar di Tamansari Terungkap, Ternyata Kerap Bawa Senpi

“Untuk penetapan sebagai tersangkanya belum,” aku Kasat Reskrim Polres Jeneponto, Iptu Andri Kurniawan. Kamis (24/6/2021).

Menurut dia, ada alasan sehingga status tersangka FR yang menggelapkan uang mamin tak dinaikkan.

Pertama, polisi masih menunggu hasil audit. Nantinya, jika hasil audit keluar status FR dinaikkan ke tahap tersangka.

“Dan itu juga tunggu proses dari hasil audit apakah bisa keluar dengan cepat, apabila sudah keluar dengan cepat maka kami akan menaikan statusnya dan melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

BACA JUGA : Bejat, Difabel Wanita Anak Dibawah Umur di Gowa Hamil 6 Bulan

Diketahui, FR menggelapkan uang senilai Rp500 juta dari hasil tipu muslihat jiplakan tanda tangan Sekwan untuk mencairkan anggaran di Bank.

Setidaknya, FR juga mencairkan anggaran senilai Rp1 Miliar lebih. Dari tangan FR polisi mengaku hanya menyelamatkan uang negara senilai Rp523 juta.

“Untuk kerugian negara sendiri yakni Rp 1 milyar lebih. Untuk yang dihabiskan oleh terduga sendiri yakni Rp500 juta lebih. Allhamduliah yang kami selamatkan Rp.523 juta rupiah,” ungkapnya.

BACA JUGA : Begini Cerita Warga Tola Selayar Bantu ‘Boyong’ Logistik TMMD Sejauh 3,2 Km

Sejauh ini, polisi telah memintai keterangan sebanyak empat orang saksi. Polisi juga membeberkan bahwa masih ada saksi lainnya yang dijadwalkan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kami telah melakukan pemeriksaan sebanyak 4 saksi, termasuk yang akan kami periksa selanjutnya 6 saksi, diantaranya dari pihak BPKD sendiri,” pungkasnya.

VIDEO PENCABULAN ADU DI JENEPONTO :

Berkomentar dengan bijak!