BREAK NEWS : 8 Jam Diperiksa, Kejati Menahan Andi Mappatunru Terkait Korupsi Proyek Asiprasi

0
Ketua Baleg DPRD Jeneponto Andi Mappatunru saat menjalani pemeriksaan di Kejati Sulsel

Krg Lomba/ Jurnalis

TURATEA NEWS.COM JENEPONTO–Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel kembali menahan tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek aspirasi DPRD Jeneponto, Tahun 2012-2013 lalu. Kali Kejati menahan
Ketua Baleg DPRD Jeneponto Andi Mappatunru, Rabu 18 Mei. Ditahanya ketua DPC PKB Jeneponto itu, maka bertambah dua tersangka korupsi yang ditahan kejati Sulsel.

Setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam, pihak Kejati langsung melakukan penahanan terhadap tersangka. Mappatunru kemudian dijebloskan ke Rutan kelas 1 Makassar. Penahan tersangka dilakukan berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan pihak penyidik Kejati Sulsel.

Sementara tersangka sebelumnya, yang pernah juga dilakukan penahanan ialah, Syamsuddin mantan legislator Jeneponto dan telah lebih dulu dilimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Makassar dan saat ini masih tengah menjalani proses persidangan.

Sebelum ditahan, Mappatunru menjalani pemeriksaan dan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan dirinya sebagai tersangka, sejak pukul 10.00 Wita. Dia hadir didampingi oleh Yusuf Gunco selaku pengacaranya.

Setibanya di kantor Kejati Sulselbar, Mappatunru langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, secara intensif. Di ruang pemeriksaan bidang Pidsus Kejati Sulselbar. “Kita secara resmi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan kita juga telah melakukan penahanan,” tegas koordinator Pidsus Kejati Sulselbar, Noer Adi.

Penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka, berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Sedangkan alasan dilakukannya penahanan terhadap tersangka, karena alasan subyektif dan obyektif.

Selain itu juga kata Noer, penahanan yang dilakukan oleh penyidik, untuk mempermudah proses penyidikan dalam kasus ini. Penahanan terhadap tersangka dilakukan hingga 20 hari kedepan. “Setelah berkas penyidikannya rampung, secepatnya akan kita tahap dua ke bidang penuntutan,” tandasnya.

Sementara kuasa hukum tersangka, Yugo sapaan akrab Yusuf Gunco mengatakan bahwa pihaknya menghargai proses hukum yang berjalan. Selain itu juga penahanan yang dilakukan oleh penyidik dinilai telah sesuai prosedur. “Saya serahkan semua proses ini ke pihak Kejaksaan,” tandasnya.  Yugo mengatakan pihaknya nanti akan membuktikan saja, di pengadilan Tipikor apakah kliennya terbukti bersalah (***)

Berkomentar dengan bijak!