7 Makanan Pemicu Serangan Jantung, Nomor 2 Bikin Syok

0
Ilustrasi: Burger, jadi salah satu makanan pemicu serangan jantung. Lemak jenuh dan bahan pangan hewani berhubungan dengan kondisi jantung. (Foto: Pixabay/nahandro)
Ilustrasi: Burger, jadi salah satu makanan pemicu serangan jantung. Lemak jenuh dan bahan pangan hewani berhubungan dengan kondisi jantung. (Foto: Pixabay/nahandro)

SUARATURATEA.COM – Ashraf Sinclair, suami Bunga Citra Lestari (BCL) berpulang pada Selasa (18/2) akibat serangan jantung. Di pemakaman San Diego Hills, Karawang, BCL mengaku dirinya masih berusaha mencerna situasi.

Kepergian Ashraf ini mengejutkan keluarga dan kerabat. Perwakilan keluarga mengungkapkan, Ashraf sebelumnya tak memiliki riwayat penyakit serius.

Serangan jantung tak lagi mengenal usia. Karena itu pencegahan jadi jalan yang bisa ditempuh. Selain memeriksa kondisi jantung, penting pula untuk menjaga kesehatan dengan menghindari makanan pemicu serangan jantung. Berikut beberapa di antaranya:

1. Burger cepat saji

Makanan cepat saji khususnya burger kerap dihubungkan dengan serangan jantung. Meski tidak semua, Regina Druz, profesor rekanan kardiologi di Hofstra University menjelaskan lemak jenuh dari bahan pangan hewani berpengaruh pada jantung.

“Khususnya saat dikombinasikan dengan karbohidrat sehingga punya efek buruk pada kesehatan jantung,” kata Druz dikutip dari Time.

Jika ingin makan burger, disarankan untuk menghindari restoran cepat saji. Restoran seperti ini cenderung menggunakan bahan berkualitas rendah dan cara memasak yang kurang sehat.

2. Daging olahan

Daging olahan seperti bacon atau sosis cenderung tinggi lemak jenuh. Bahkan untuk daging olahan dengan label rendah lemak, bisa saja tinggi kandungan garam. Garam berhubungan dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Daripada fokus pada obat untuk menurunkan tekanan darah, Laxmi Mehta, direktur Woman’s Cardiovascular Health Program, menyarankan sebaiknya Anda fokus pada penyesuaian asupan.

“Kadang pasien saya dengan tekanan darah tinggi bisa membuat perkembangan signifikan hanya dengan menyesuaikan asupan makanan,” kata dia.

3. Kentang goreng

Barangkali french fries alias kentang goreng jadi menu wajib yang dipesan di restoran cepat saji. Namun sebaiknya Anda pertimbangkan lagi pilihan menu ini. Kentang goreng mengandung lemak jenuh dan tinggi garam.

Sebuah studi yang dijalankan selama 20 tahun di Harvard menemukan orang yang rutin makan kentang goreng lemak perutnya naik hingga 6,8 kilogram tiap empat tahun.

Kenaikan berat badan hingga obesitas berisiko jadi pemicu serangan jantung juga penyakit kardiovaskular lain.

4. Blended coffee

Buat mereka yang suka kopi manis, kopi campuran alias blended coffee kerap jadi primadona. Rasa kopi tidak begitu kuat berkat campuran berupa sirup, gula, krim kocok atau toping menarik lainnya.

Akan tetapi kopi seperti ini mengandung kalori dan lemak sama banyaknya dengan milkshake. Kombinasi gula yang menaikkan kadar gula darah dan kafein yang meningkatkan tekanan darah bukan kombinasi sehat.

5. Saus tomat

Sodium tak selalu memiliki bentuk serbuk dan diletakkan di meja makan Anda. Saus tomat pun diam-diam mengandung sodium cukup tinggi. Cek lagi label kemasan saus tomat. Melansir dari Eat This, Not That! untuk menghindari kenaikan tekanan darah, pilih saus tomat dengan kandungan sodium kurang dari 350 miligram per setengah sajian.

6. Keripik kentang

Lemak perut dikenal berhubungan dengan risiko penyakit kardiovaskular termasuk serangan jantung. Berdasar riset oleh Harvard, keripik adalah satu dari sekian makanan terburuk buat lemak perut.

Tak hanya karena terbungkus lemak jenuh, makanan satu ini juga tinggi garam. Studi Harvard menunjukkan konsumsi keripik bertanggung jawab pada penambahan lemak perut hampir sebanyak satu kilogram tiap empat tahun.

7. Soda

Konsumsi sedikit gula tambahan tak akan berbahaya. Meski hanya sekaleng, soda jelas tidak akan jauh dari kata ‘berbahaya’. Peminum soda cenderung bisa menambah berat badan lebih banyak dan mengarah pada obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Editor : Reza

Berkomentar dengan bijak!