5 Orang Jadi Tersangka Kasus Antigen Bekas, Salah Satunya Manager Kimia Farma

0
5 Orang Jadi Tersangka Kasus Antigen Bekas, Salah Satunya Manager Kimia Farma
Handover

SUARATURATEA.COM Polda Sumatera Utara (Sumut) dikabarkan sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus antigen menggunakan peralatan bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

Salah satu tersangkanya merupakan Manager Kimia Farma.

Kelima tersangka tersebut antara lain Business Manager Laboratorium Kimia Farma berinsial PM (45) dan empat bawahannya.

Mereka dikenakan pasal berkaitan dengan UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra pada hari ini Kamis, (24/4/2021) sudah menggelar konferensi pers di Mapolda Sumut terkait kasus ini.

Dilansir Indozone, pihaknya sudah mengkonfirmasi mengenai kabar penetapan status tersangka tersebut ke Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi namun, Kombes Hadi belum merespon.

Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu Polda Sumut menggerebek semua lokasi pelayanan swab antigen di Bandara Kualanamu. Polisi melakukan penggerebekan berkaitan dengan dugaan pelayanan antigen di sana menggunakan peralatan bekas.

Rugikan Kimia Farma

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan, pihaknya melakukan investigasi bersama dengan aparat penegak hukum terkait kasus penggunaan alat rapid test antigen bekas tersebut.

Kimia Farma, kata Adil, memberikan dukungan terhadap proses penyelidikan dan akan memberikan sanksi berat apabila petugas tersebut terbukti bersalah.

“Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Adil dalam keterangan tertulis yang diterima dilansir kompas.com Rabu (28/4/2021).

Adil mengatakan, tindakan petugas tersebut telah merugikan perusahaan dan bertentangan dengan standard operating procedure (SOP) perusahaan.

“Serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum pertugas layanan rapid test tersebut,” ujar dia.

Berkomentar dengan bijak!